Fiona Sari Utami adalah profesional Public Relations yang mengawali karir dari media. Lulus dari Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran, peminatan Public Relations, pada 2009, ia memulai karir sebagai reporter di ANTV. Profesi itu mengajarinya satu hal yang kemudian menjadi modal terpentingnya: bagaimana cara publik membaca sebuah institusi, apa yang mereka percaya, dan apa yang mereka ragukan.
Masa kerja sebagai VP Public Relations di Pelindo I adalah masa pembentukan yang sesungguhnya. Pelabuhan waktu itu bukan tempat yang dikenal publik. Publik mencitrakannya sebagai tempat sandar kapal, penuh hal teknis operasional, dan penuh ketidakjelasan. Fiona membangun komunikasi dari awal, dari fondasi yang belum ada. Ia membentuk tim media sosial internal, menginisiasi program #Pelindo1Bercerita yang mengajak karyawan menjadi pencerita perusahaan mereka sendiri, dan secara konsisten membangun argumen bahwa pelabuhan bukan fasilitas teknis semata, melainkan gerbang perekonomian nasional.
Selama periode itu pula ia memperluas dirinya ke wilayah yang tidak lazim bagi seorang praktisi PR. Pada 2014, ia mengikuti short course Container Terminal Management di APEC, Antwerp/Flanders Port Training Center, Belgia, atas beasiswa pemerintah Flemish. Pada 2016, beasiswa pemerintah Belanda membawanya ke Christelijke Hogeschool Ede untuk studi Communication and PR, International Corporate Communication. Hasilnya adalah praktisi yang tidak hanya fasih berbicara tentang reputasi, tetapi juga memahami dari dalam bagaimana sebuah terminal pelabuhan sesungguhnya bekerja.
Ketika integrasi BUMN kepelabuhanan berlangsung pada akhir 2021, ia bergerak ke Pelindo induk sebagai Head of Department Interinstitutional, Corporate Governance and Investor Relations. Januari 2023, ia naik ke posisi Senior Vice President Corporate Secretary di PT Pelindo Multi Terminal, memimpin fungsi GCG, ESG, corporate communications, sekaligus menjadi juru bicara perusahaan. Sejak Agustus 2024, ia menjabat sebagai Senior Manager Corporate Secretary PTP Nonpetikemas, mengawal komunikasi untuk salah satu simpul terpenting dalam rantai pasok nasional yang mengalirkan gandum, kedelai, pupuk, minyak, batubara, hingga bahan kimia industri.
Yang paling mendefinisikan Fiona sebagai praktisi bukan deretan penghargaan, melainkan keyakinan yang ia pegang konsisten sepanjang perjalanannya: bahwa komunikasi yang baik bukan soal menampilkan perusahaan sebagai sempurna, melainkan soal membangun kepercayaan bahwa perusahaan ini tahu ke mana ia melangkah, jujur tentang tantangannya, dan sungguh-sungguh dalam komitmennya.
Ia memilih untuk bekerja dan bertumbuh di industri yang tidak glamor, tidak langsung bersentuhan dengan konsumen, dan tidak mudah dijelaskan kepada kebanyakan orang. Justru di sanalah ia membuktikan bahwa komunikasi yang dikerjakan dengan serius bisa mengubah cara sebuah bangsa memandang infrastrukturnya sendiri.